Mengenal Lebih Dekat MGR Robertus Rubiyatmoko Uskup Agung Semarang

Hi,Kali ini kita akan mengenal lebih dekat Yang Mulia MGR Robertus Rubiyatmoko Uskup Agung Semarang.
Mgr Rubi sapaan akrabnya lahir di sleman Yogyakarta pada 10 Oktober 1963 lahir dari pasangan Stanislaus Harjopartono dan Elizabeth Harjopartono, Romo Rubi menempuh pendidikan sebagai Imam (Romo/Pastor) di seminari menengah Mertoyudan Magelang.setelah itu setelah menyelesaikan pendidikan calon Frater Diosesan Keuskupan Agung Semarang di seminari TOR (Tahun Orientasi Rohani) di Jangli Semarang pada Tahun 1984-85 Romo Rubi melanjutkan pendidikan filsafat dan teologi di Fakultas Wedhabakti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan Ia tinggal di Seminari tinggi St Paulus Kentungan Yogyakarta.kemudian Romo Rubi ditahbiskan menjadi Imam Keuskupan Agung Semarang tanggal 12 Agustus 1992 di Kapel Seminari Tinggi Kentungan oleh Uskup Agung Semarang kala itu yaitu Yang Mulia Yulius Kardinal Darmaatmadja SJ.

Semasa menjadi Imam, Romo Ruby sempat bertugas di Paroki Santa Maria Assumta Pakem pada tahun 1992 hingga 1993. Ia lalu ditugaskan oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang waktu itu yakni MgrJulius DarmaatmadjaSJ untuk belajar Hukum Gereja di RomaItalia. Romo Ruby memperoleh gelar Doktor Ilmu Hukum Gereja dari Universitas Gregoriana, Roma. Selama menjalani studi di Roma dia tinggal di Asrama Kepausan Belanda dari tahun 1993 hingga 1997. Sebelum ditunjuk menjadi Uskup Agung Semarang, dia bertugas sebagai staf Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Yogyakarta dan dosen Hukum Gereja Fakultas Teologi Wedabhakti, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Pada tahun 2011, ia diangkat menjadi Vikaris Yudisial Keuskupan Agung Semarang.

Pengangkatan Sebagai Uskup Agung Semarang

Posisi Uskup Agung Semarang lowong sejak MgrJohannes Pujasumarta meninggal dunia pada 10 November 2015. Beberapa waktu lamanya usai wafatnya Mgr. Pujasumarta, posisi kepemimpinan Keuskupan Agung Semarang kemudian dipegang oleh R.DFransiskus Xaverius Sukendar Wignyosumarta selaku Administrator Diosesan dan Vikjen KAS.

Pengumuman mengenai pengangkatan Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko menjadi Uskup Agung Semarang disampaikan kepada umat pada hari Sabtu, 18 Maret 2017 pukul 18.00 (pukul 12.00 waktu Roma, Italia)  atas mandat Nuncio Apostolik Indonesia waktu itu Mgr. Antonio Guido Filipazzi. Secara resmi, pengumuman tersebut termaktub di dalam surat keuskupan yang ditandatangani oleh RD. FX. Sukendar Wignyosumarta yang saat itu menjadi Administrator Diosesan. Untuk selanjutnya bulla pengangkatan resmi dari Paus Fransiskus dibacakan saat Tahbisan Episkopal di Lapangan Bhayangkara Akpol Semarang.

Terpilihnya Robertus Rubiyatmoko menjadi Uskup Agung baru Semarang menjadi hadiah berarti bagi Keuskupan Agung Semarang. Apalagi di bulan Juli-Agustus 2017, Keuskupan Agung Semarang menjadi tuan rumah bagi 7th Asian Youth Day 2017 dimana ada setidaknya 3.000-an orang muda Katolik dari 29 negara di Asia berpartisipasi dalam perhelatan iman di kalangan orang muda Katolik se-Asia ini.

Tahbisan Uskup

Uskup Agung JakartaMgrProf .DrIgnatius Suharyo bertindak sebagai Penahbis Utama Mgr. Ruby, dengan didampingi oleh Uskup Bandung, Mgr. Antonius Subianto BunjaminO.S.C. dan Uskup Malang, Mgr. Henricus Pidyarto GunawanO.Carm. sebagai Uskup Ko-konsekrator. Penahbisan berlangsung pada 19 Mei 2017 di Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian RI (Akpol) di Semarang.

Sehari sebelumnya, dilakukan Salve Agung menjelang Tahbisan Uskup Agung di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario SuciSemarang. Dalam kesempatan itu, bacaan diambil dari penggalan ayat Surat Petrus yang Pertama yang berbunyi:

"Gembalakanlah kawanan Allah yang ada padamu, jangan karena terpaksa, tetapi dengan sukarela seturut kehendak Allah. Jangan mencari keuntungan, tetapi relakanlah diri. Jangan main kuasa atas umat yang dipercayakan kepadamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawananmu. Dan bila gembala agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang takkan binasa."

Bacaan ini sesuai motto Tahbisan Uskup Ruby, yaitu Quaerere et Salvum Facere yang artinya Mencari dan Menyelamatkan. Motto penggembalaan tersebut diambil dari Injil Lukas bab 19 ayat 10 (Luk 19:10) yang berkisah tentang Zakheus si pemungut cukai.

Source Wikipedia (MGR Robertus Rubiyatmoko)


Komentar