Hati Seorang Pengampun
Pada suatu hari disekolah ketika jam istirahat Mario waktu itu sedang berjalan ke kantin tiba-tiba Ia dihampiri ke-enam temannya kemudian keenam temannya itu memukuli, menendang, dan menjambak Mario tanpa alasan yang jelas.
Kemudian melihat kejadian itu teman dekat Mario, Beatrice melangkah maju melerai mereka
“Cukup! Apa yang kalian lakukan ini,mengaoa kalian memukul dan menjambak orang yang tak bersalah kepada kalian?” Ujar Beatrice
Setelah mereka berhenti memukul dan menendang Mario, lalu pergi begitu saja tanpa berujar satu katapun, melihat keberanian Beatrice siswa lainpun ikut mengecam tindakan perundung yang dilakukan oleh ke-enam teman Mario tersebut.
Kemudian seorang guru tak sengaja melihat kejadian itu dan menghampiri mereka berdua
“Ada apa ini?” Ujar seorang guru
Lalu mereka menjawab pertanyaan dari seorang guru itu
“Jadi begini pak tadi si Mario tiba-tiba dikeroyok oleh enam siswa yang satu kelas dengannya”
“Oke baiklah saya akan buatkan laporan ke kesiswaan agar permasalahan ini dapat ditindak lanjut oleh pihak sekolah” ujar seorang guru itu
“Baik pak”
“Kalau begitu terimakasih atas informasinya, besok atau lusa pelaku dan korban serta saksi mata akan dipanggil oleh kepala sekolah” ujar seorang guru
“Sekarang kamu apakah baik-baik saja?” Ujar Beatrice dengan lembut sambil memegang pundak Mario
“Iya,aku cuma shock aja karena mereka tiba-tiba memukul dan menendangku.” ujar Mario
“Oh ya terimakasih ya kamu sudah menolongku tadi,kalau tidak ada kamu aku tidak bisa apa-apa.” Ujar Mario
“Sama-sama Mario, sebagai teman kita mesti harus saling menolong & menjaga karena seharusnya sekolah itu terhindar dari tindakan bullying.” Ujar Beatrice
Namun, tiba-tiba Beatrice mengalihkan pandanganya dari Mario dan menunduk.
“Kamu kenapa kok tiba-tiba kamu mengalihkan pandangan? apakah ada yang kamu sembunyikan?.”ujar Mario
Sambil menghela nafas dan mata yang berkaca-kaca memandang Mario, Beatrice berbicara kepada Mario.
“Jadi kalau aku boleh mengaku,aku pernah menjadi pelaku perundangan semacam ini tetapi kemudian aku tersadar bahwa kelakuanku itu tidak dapat dimaafkan dan tak terpuji. Kemudian aku mulai membenci tindakan perundungan, dan membela orang yang dirundung.”
Setelah mendengar penjelasan dari Beatrice, Mario merasa terharu dan tak menyangka bahwa temanya pernah menjadi pelaku perundungan.
Beberapa hari kemudian mereka berdua menemui teman mereka yang lain yang menjadi korban perundungan oleh pelaku yang sama, kemudian pihak sekolah mendengar kasus perundungan yang dialami oleh Mario dan memanggil keenam teman Mario yang membullynya.
Kemudian korban dan pelaku bertemu di ruang kepala sekolah beserta orang kedua orang tua dari keenam pelaku dan korban dan juga saksi mata yang berada ditempat kejadian perkara tersebut.
Setelah mereka bertemu dengab pihak sekolah yang diantaranya ada kepala sekolah beserta jajarannya yang beranggotakan kesiswaan,guru bimbingan konseling, dan walikelas, Hadi juga kepala dinas pendidikan setempat
Mereka semua dikumpulkan untuk berunding untuk mencari jalan keluar entah korban akan memproses hukum atau menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan, pihak sekolah pun memberikan hukuman kepada keenam pelaku dengan memberikan hukuman dikeluarkan dari sekolah demi nama baik sekolah.
Karena kebaikan hati Mario, akhirnya ia ingin menyelesaikan dengan cara kekeluargaan.
“Apa langkah yang akan diambil oleh pihak korban untuk menyelesaikan masalah ini?.” Ujar kepala sekolah
“Kami akan menyelesaikan dengan cara kekeluargaan pak.” Ujar Pihak Korban
“Baiklah kalau begitu,tetapi hukuman yang pihak sekolah berikan tidak dapat berubah dan kami meminta keenam pelaku memohon maaf dengan tulus hati kepada korban.” Ujar kepala sekolah
Akhirnya Mario memaafkan keenam pelaku itu
Sebagai manusia ada baiknya kita mengampuni orang lain seperti Kristus yang tak henti-hentinya mengampuni kita
Komentar
Posting Komentar